Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Seluruh Wilayah Jabar Berisiko Bencana Hidrometeorologi, Warga Diminta Waspada

Jumat, 30 Oktober 2026 | Oktober 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-30T11:28:46Z


TVBERITANEWS.COM, — Seluruh wilayah di Jawa Barat memiliki risiko bencana hidrometeorologi yang perlu diwaspadai, terutama ketika hujan berintensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama. Kantor SAR Bandung mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di kawasan rawan longsor dan wilayah dengan pepohonan besar.


Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana menyampaikan peringatan tersebut di Kantor SAR Bandung, Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Kamis (29/10/2026). "Seluruh wilayah di Jawa Barat memiliki risiko bencana hidrometeorologi," kata Ade. Menurutnya, sejumlah daerah dengan kondisi geografis berupa kawasan pegunungan menjadi perhatian karena berpotensi mengalami longsor ketika diguyur hujan terus-menerus. Wilayah yang disebut perlu diwaspadai antara lain Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Garut. Kondisi lereng serta hujan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko terjadinya pergerakan tanah.


Kantor SAR Bandung Perkuat Kesiapsiagaan Warga

Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat menghadapi keadaan darurat, Kantor SAR Bandung memiliki program Kampung Rescue yang melibatkan perangkat desa dan warga setempat. Melalui program tersebut, masyarakat akan mendapatkan edukasi dan keterampilan dasar agar mampu mengambil langkah awal ketika terjadi kondisi kedaruratan. Ade menilai kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi bencana, terutama di daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Selain mengikuti edukasi kebencanaan, masyarakat juga diimbau aktif memantau informasi mitigasi dari pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.


Pengendara Diminta Waspadai Pohon Tumbang

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan oleh pengendara yang melintasi jalan dengan banyak pepohonan besar, khususnya ketika hujan deras dan angin kencang terjadi. Ade mengingatkan masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon karena kondisi tersebut berisiko apabila terjadi pohon tumbang atau dahan patah. "Masyarakat diimbau untuk tidak berteduh di bawah pohon, karena sangat berisiko," ujarnya.


Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk tanda-tanda pergerakan tanah dan perubahan kondisi lereng setelah hujan berkepanjangan. Kewaspadaan, pemantauan informasi resmi, serta kesiapan menghadapi keadaan darurat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko dan dampak bencana hidrometeorologi di Jawa Barat.***

×
Berita Terbaru Update